,

Mau Masuk Surga, Karena Takut Neraka


SURGA bukanlah tempat untuk orang-orang yang takut akan neraka! Surga adalah Kerajaan Allah, tempat maha suci milik Allah. Surga hanya untuk orang-orang yang mengasihi Allah dengan sepenuh hati, seluruh jiwa dan segenap pikirannya. Orang-orang inilah yang dibenarkan oleh Allah untuk masuk ke dalam KerajaanNya.



Namun tidak ada seorangpun yang mampu mengasihi Allah dengan sepenuh hati, seluruh jiwa dan segenap pikirannya, karena setiap orang telah berdosa dan terkutuk di hadapan-Nya. Berarti, tidak ada seorangpun yang dapat memenuhi kualifikasi syarat masuk ke Surga. Jadi semua manusia  hanya layak mati dan terkutuk abadi, yaitu hidup di dalam neraka, hidup disiksa selama-lamanya terpisah dari hadirat Allah. Perhatikan bahwa mati kekal berarti hidup terpisah dari hadirat Allah selama-lamanya di neraka.

Untunglah, Allah mengetahui hal ini, dan Allah tidak ingin seorang manusiapun binasa, maka Dia menyediakan satu jalan keluar agar manusia dapat masuk Surga yang adalah KerajaanNya dan hidup abadi bersama denganNya. Maka Allah sendiri telah datang ke dalam dunia, menjadi manusia Yesus Kristus, agar dapat mati disalib untuk menanggung hukuman dan kutuk dosa semua orang yang percaya kepadaNya. Dan karena Dia adalah Allah sendiri, maka Dia telah bangkit dari kematian dan mematahkan sengat kuasa kematian.

Oleh karena itu, jika kita percaya kepada Yesus Kristus, kita tidak akan mati abadi yaitu hidup terpisah selama-lamanya dari hadirat Allah di dalam neraka. Jika kita percaya kepada Yesus Kristus, kita akan hidup abadi bersama dengan Allah selama-lamanya di dalam KerajaanNya yaitu di Surga.


"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." Matius 22:37-40

"Upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita." Roma 6:23

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." Yohanes 3:16

"Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;" Yohanes 3:18-20

"Keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." Kisah Para Rasul 4:12

Jika anda ingin hidup abadi di Surga bersama Allah setelah anda mati secara fisik (dari dunia ini), maukah anda menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi anda? Hanya inilah satu-satunya jalan bagi setiap manusia untuk dapat masuk ke Surga yang adalah KerajaanNya.


,

Pengertian yang Salah tentang Regenerasi/Kelahiran Baru (Bagian 3)

Setelah kita mempelajari tentang Regeneration (=Regenerasi/Kelahiran Baru) dan Sifat-sifat/Ciri-ciri yang benar tentang Regeneration (=Regenerasi/Kelahiran Baru). Kita juga perlu waspada terhadap kesalahan pengertian dan serangan/perlawanan terhadap konsep kelahiran baru ini.




Berikut ini adalah pengertian yang salah tentang Regenerasi / Kelahiran Baru :



a)   Regenerasi disamakan dengan iman / pertobatan.
Jadi, pada saat seseorang percaya dan datang kepada Kristus, dianggap sebagai saat ia mengalami regenerasi / kelahiran baru. Pengacau-balauan arti semacam ini sering terjadi pada waktu seseorang memberikan kesaksian/menceritakan pertobatannya, dimana ia berkata: ‘Saya percaya kepada Yesus dan saat itu saya dilahirbarukan’.
Tetapi ini jelas merupakan pengertian yang salah, karena regenerasiharus mendahului iman; dan tanpa regenerasi seseorang tidak mungkin dapat beriman kepada Kristus.

b)   Regenerasi disamakan dengan perubahan hidup.
Kalau seseorang sudah bisa meninggalkan dosa-dosanya dan mengubah hidupnya ke arah yang positif, maka baru dikatakan bahwa ia sudah mengalami regenerasi / kelahiran baru. Tetapi perubahan hidup / pengudusan harus terjadi sesudah seseorang beriman, sehingga jelas bahwa regenerasi harus mendahului pengudusan. Disamping itu, jika perubahan hidup dianggap regenerasi, maka perlu dipertanyakan: Sampai seberapa jauh pengudusan harus terjadi sehingga seseorang bisa dianggap sudah mengalami regenerasi? Tidak ada orang yang dapat menjawab pertanyaan ini.



Serangan/perlawanan terhadap konsep Regeneration (Regenerasi/Kelahiran Baru) adalah menyamakan Regenerasi/Kelahiran Baru dengan Reinkarnasi. 
Regenerasi/Kelahiran Baru berbeda dengan Reinkarnasi. 


Apakah Reinkarnasi?
Reinkarnasi (=Reincarnation dalam bahasa Inggris) adalah kelahiran kembali menjadi keadaan/bentuk baru yang mungkin sama sekali berbeda dari keadaan/bentuk yang semula. Contohnya, manusia bisa ber-reinkarnasi sebagai hewan seperti sapi.  Sapi adalah bentuk yang sama sekali berbeda dari manusia.

 
Apa yang Alkitab katakan tentang Reinkarnasi?

Konsep reinkarnasi sama sekali tanpa dasar dalam Alkitab! Alkitab jelas mengatakan kepada kita bahwa kita mati (jasmani) sekali dan kemudian menghadapi penghakiman (manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi. Ibrani 9:27). Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa manusia memiliki kesempatan kedua untuk hidup kembali sebagai orang yang berbeda atau sebagai hewan. Yesus mengatakan kepada penjahat di kayu salib, "Hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." (Lukas 23:43), Yesus tidak berkata "Engkau akan memiliki kesempatan lain untuk hidup di bumi ini." Matius 25:46 secara khusus mengatakan bahwa orang percaya akan menuju pada hidup yang kekal sementara orang yang menolak Kristus akan menuju pada siksaan yang kekal. Reinkarnasi telah menjadi kepercayaan yang populer selama ribuan tahun, tetapi tidak pernah diterima oleh orang-orang Kristen atau pengikut Yudaisme karena bertentangan dengan Kitab Suci.

Satu bagian dalam Alkitab yang sering dipakai sebagai bukti untuk menyerang bahwa Alkitab mengajarkan tentang reinkarnasi adalah Matius 17: 10-12 yang menghubungkan Yohanes Pembaptis dengan Elia. Namun, bagian ini tidak mengatakan bahwa Yohanes Pembaptis adalah reinkarnasi dari Elia, melainkan bahwa Yohanes Pembaptis telah menggenapi nubuat tentang kedatangan Elia jika orang-orang percaya kepada pemberitaannya dan dengan demikian percaya kepada Yesus sebagai Mesias (Matius 17:12). Orang-orang secara khusus menanyakan kepada Yohanes Pembaptis sendiri apakah ia adalah Elia, dan Yohanes Pembaptis menjawab, "Bukan!" (Yohanes 1:21).

Kepercayaan reinkarnasi adalah fenomena kuno dan merupakan prinsip utama dalam sebagian besar tradisi keagamaan India, seperti Hindu, Sikh, dan Jainisme. Banyak orang-orang kafir modern juga percaya pada reinkarnasi seperti halnya yang dilakukan beberapa ajaran gerakan Zaman Baru, dan para pengikut spiritiualisme. Tetapi bagi iman Kristen, reinkarnasi adalah tidak Alkitabiah dan harus ditolak sebagai kepalsuan.



Kesimpulan. 


Alkitab jelas mengajarkan bahwa satu-satunya cara untuk bisa selamat dan masuk Surga adalah dengan kelahiran baru agar kita dapat beriman/percaya dalam karya sempurna penebusan Kristus di kayu salib. Sebanyak apapun perbuatan-perbuatan baik yang kita lakukan, sehebat apapun kita menuruti semua hukum-hukum, tidak akan dapat memperbaharui hati yang sejak lahir sudah " sangat licik dan sangat jahat melebihi segala sesuatu" (Yeremia 17: 9).

Konsep kelahiran baru adalah keunikan iman Kristen. Tidak ada agama lain yang menawarkan obat untuk mengobati kerusakan total hati manusia, melainkan malah mengajarkan untuk mengandalkan kekuatan dan usaha manusia sendiri agar berbuat banyak kebaikan untuk mendapatkan pengampunan Allah. Namun Allah telah mengatakan kepada kita, bahwa "dengan hukum Taurat tidak ada manusia akan dibenarkan di hadapan Allah" (Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa. Roma 3:20).

Kondisi manusia yang telah rusak total harus dilahirkan kembali /di-regenerasi total agar dapat  diselamatkan. Rasul Paulus menjelaskan konsep ini dengan sempurna dalam  Galatia 2:20: " Aku telah disalibkan dengan Kristus;  namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. "Ini adalah regenerasi /kelahiran kembali yang benar.


Sumber : "Regeneration" oleh Pdt. Budi Asali, M.Div.; "Regeneration VS Reincarnation" GotQuestions.org ; The Difference of Reincarnation and Regeneration oleh Ryan Turner,carm.org