,

Penjelasan : Yesus sebagai Bintang Timur

Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, Bintang Timur yang gilang-gemilang. Wahyu 22:16.


Penunjukkan pertama pada bintang fajar/bintang timur sebagai individu ada dalam Yesaya 14:12: "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!" Alkitab versi bahasa Inggris King James dan New King James keduanya menerjemahkan "bintang timur" sebagai "Lucifer, putra fajar." Dari seluruh sisa pasal ini, jelas Yesaya menunjuk kepada kejatuhan setan dari Surga (Lukas 10:18). Jadi dalam hal ini, bintang timur mengacu pada setan. Di dalam Wahyu 22:16, Yesus jelas mengidentifikasi diri-Nya sebagai Bintang Timur. 

Jadi mengapa Yesus dan setan digambarkan sebagai "bintang timur"?


Sangat menarik dan penting untuk dicatat bahwa konsep "bintang fajar/bintang timur" bukan satu-satunya konsep yang diterapkan pada Yesus dan setan. Dalam Wahyu 5:5, Yesus disebut sebagai Singa dari suku Yehuda. Dalam 1Petrus 5:8, setan dibandingkan dengan singa, mencari orang yang dapat ditelannya. Intinya adalah ini, Yesus dan setan, hingga batas tertentu, memiliki kesamaan dengan singa. Yesus memiliki kesamaan dengan singa dalam arti bahwa Dia adalah Raja, Dia adalah agung dan mulia. Setan memiliki kesamaan dengan singa dalam arti bahwa ia berusaha untuk memangsa makhluk-makhluk lain. Tetapi, hanya sampai sebatas ini saja adanya kesamaan antara Yesus, setan, dan singa. Yesus dan setan sama-sama memiliki kesamaan ciri dengan singa tetapi dalam hal yang sangat berbeda.


[Sesungguhnya, Singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang ~Wahyu 5:5]


Gagasan tentang "bintang fajar/bintang timur yang gilang-gemilang" adalah bintang yang mengalahkan semua makhluk lain.  Setan adalah karya ciptaan Tuhan, mungkin yang paling indah, mungkin yang paling kuat dari semua malaikat, maka setan adalah bintang timur yang gilang-gemilang. Yesus, sebagai Allah yang menjelma menjadi manusia, Tuhan alam semesta, adalah Bintang Timur gilang-gemilang yang asli/sejati. Yesus adalah yang cahaya/terang/sinar gilang-gemilang yang paling suci dan paling kuat  di seluruh alam semesta. Jadi, ketika Yesus dan setan digambarkan sebagai "bintang timur yang gilang-gemilang," adalah tidak masuk akal jika hal ini diartikan sebagai menyamakan Yesus dan setan. Karena jelas setan adalah makhluk ciptaan, setan hanya dapat bercahaya cemerlang sejauh mana Allah menciptakannya. Berbeda dengan Yesus yang adalah Allah, Dia adalah Sang Pencipta sendiri! Yesus adalah terang dunia (Yohanes 9:5). Yesus bercahaya dari diri-Nya, yaitu terang yang kekal sebagaimana diri-Nya adalah Allah yang kekal. Setan mungkin menyerupai bintang timur yang gilang-gemilang, tetapi dia hanya tiruan dari satu-satunya Bintang Timur gilang-gemilang yang asli, yaitu Yesus Kristus, terang dunia. 



Sumber : GotQuestions.org


 

,

Penjelasan : Allah adalah Allah atas segala allah dan Tuhan atas segala tuhan

"Apa artinya bahwa Allah adalah Allah atas segala allah dan Tuhan atas segala tuhan [dapat dibaca : Tuan atas segala tuan] ?"




Jawaban: Kita tahu bahwa hanya ada satu Tuhan Allah, tapi kadang-kadang Alkitab seolah-olah menunjuk pada adanya allah-allah lain dan tuhan-tuhan lain. Misalnya Ulangan 10:17 menyatakan, "Sebab TUHAN, Allahmulah Allah segala allah dan Tuhan segala tuhan, Allah yang besar, kuat dan dahsyat, yang tidak memandang bulu ataupun menerima suap"Siapa pun "allah" dan "tuhan/tuan" lain ini, mereka tidak dapat bersaing dengan "Allah yang maha besar, kuat dan dahsyat."

Penekanan dalam ayat ini adalah supremasi / keunggulan Allah. Fokusnya adalah pada kebesaran dan kekuatan Allah. Ketika Ia disebut "Allah segala allah," kita memahami bahwa ini menunjukkan Allah lebih kuat dan lebih besar dari allah-allah lain. Ayat ini sama sekali tidak mengajarkan adanya allah-allah lainnya.Sebaliknya, Tuhan berkata, "Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah." Yesaya 45:5. Demikian juga Yesaya 43:11 “Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku. Sebagai "Allah segala allah," maka Allah yang Sejati berada di posisi tertinggi di atas apa pun juga yang mungkin disembah manusia.
Tetapi jelas, hanya Allah yang Sejati satu-satunya yang layak disembah (Ulangan 10:20-21).

Berhala –berhala tidak memiliki kekuatan! : "Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah berhala, tetapi Tuhanlah yang menjadikan langit." (1 Tawarikh 16:26; lihat juga Mazmur 96:5). Mazmur 97:7 menambahkan, "Semua orang yang beribadah kepada patung akan mendapat malu, orang yang memegahkan diri karena berhala-berhala."  
Juga ada banyak ayat-ayat lain yang mencatat bahwa hanya ada satu Allah. Menyembah allah yang lain adalah sia-sia!

Lalu bagaimana dengan gelar "Tuhan segala tuhan"? Seorang "tuhan/tuan [dengan t huruf kecil,  (ini juga bisa dibaca : tuan)]" biasanya menunjuk pada seorang pemimpin/penguasa. Menyebut Allah dengan gelar "Tuhan segala tuhan" berarti menekankan kebesaran Allah di atas semua pemimpin-pemimpin lainnya atau di atas segala pemegang kekuasaan manapun. Karena itu, pemazmur menulis, "Bersyukurlah kepada Tuhan segala tuhan! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya." Mazmur 136:3.


Yesus disebut Anak Domba yang telah disembelih, Dia juga disebut Singa dari suku Yehuda. [Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya." Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi. Wahyu 5:5-6]


Dalam Perjanjian Baru, kita menemukan kalimat "Tuhan segala tuhan" yang digunakan pada tiga kesempatan yang menunjuk pada Yesus. Paulus mengajarkan bahwa 1) Yesus adalah "Penguasa yang satu-satunya dan yang penuh bahagia, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan." 1Timotius 6:152)Kemudian dalam Wahyu 17:14 yang berbicara tentang kedatangan Yesus yang kedua kalinya, mengatakan, “Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia."  3)Ketiga, dalam Wahyu 19:16 menambahkan, "Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan."

Menariknya, gelar "Tuhan segala tuhan(Tuan segala tuan)" justru menegaskan kekuatan Allah yang unik dan memberikan wawasan ke dalam sifat Tritunggal Allah. Allah Bapa adalah Dia yang disebut "Tuhan segala tuhan" dalam Ulangan 10:17 dan dalam Mazmur, para penulis Perjanjian Baru menggunakan gelar yang sama untuk merujuk kepada Anak Allah yaitu Yesus Kristus. Allah Tritunggal -Bapa, Anak, dan Roh Kudus- memang adalah Raja di atas segala raja dan Tuhan di atas segala tuhan. Inilah Allah yang Sejati, selain Dia, tidak ada yang lain!


Sumber : GotQuestions.org


,

Supremasi Kristus


Supremasi (=keagungan/keunggulan/keulungan) Kristus adalah doktrin yang meliputi otoritas Yesus dan hakekat keilahian-Nya. Sederhananya, menegaskan supremasi Kristus adalah menegaskan bahwa Yesus adalah Allah.

 
Kamus Merriam-Webster mendefinisikan kata ‘supreme’sebagai "tertinggi dalam peringkat atau otoritas" atau "tertinggi dalam derajat atau kualitas." Pada dasarnya, tidak ada yang lebih baik dari yang supreme. Sesuatu yang supreme berarti sesuatu yang tertinggi / terutama / terbesar/ terpenting / terunggul. [Supremacy = the state or condition of being superior to all others in authority, power, or status.; Supreme = superior to all others.] Yesus adalah yang tertinggi / terutama / terbesar /terpenting/ terunggul  dalam kekuasaan, kemuliaan, otoritas, dan kebesaran-Nya.  Supremasi Yesus atas segala sesuatu ditunjukkan secara Alkitabiah terutama dalam kitab Ibrani dan Kolose.


Tema utama dari kitab Ibrani menjelaskan karya Yesus dalam konteks sistem Perjanjian Lama. Yesus adalah pemenuhan tradisi dan peran dalam Perjanjian Lama bangsa Yahudi. Tema utama lain kitab Ibrani adalah bahwa Yesus bukan hanya merupakan cara baru dalam melakukan sesuatu. Jelas, Dia adalah yang tertinggi. Yesus adalah pemenuhan sejati dari segala cara lama dalam melakukan sesuatu dan karena itu lebih besar dari cara-cara tersebut. Mengenai sistem dalam bait Allah sesuai Hukum Musa, penulis kitab Ibrani menulis, "Tetapi sekarang Ia telah mendapat suatu pelayanan yang jauh lebih agung, karena Ia menjadi Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi." Ibrani 8:6. Pada intinya, Yesus lebih besar dari sistem Perjanjian Lama. Dia menutup dan menggantikan cara lama dalam melakukan sesuatu. Hal ini terbukti dalam banyak perbandingan antara Yesus dibanding peran-peran dan ritual-ritual Perjanjian Lama. Misalnya, kita tahu bahwa "Tetapi, karena Ia tetap selama-lamanya, imamat-Nya tidak dapat beralih kepada orang lain. Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka." Ibrani 7: 24-25. Yesus, oleh karena itu, menutup imamat Perjanjian Lama dan Dia lebih tinggi di atas imamat Perjanjian Lama tersebut  (lebih lanjut tentang hal ini dapat anda baca di sini).

Kitab Ibrani menjelaskan bahwa Kristus adalah yang tertinggi melebihi peran dan sistem. Ibrani 1:3a mengatakan, "Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan." Demikian pula, Kolose 2:9 mengatakan, "Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan."
Pada dasarnya, Yesus adalah Allah.

Kolose 1:15-23 berjudul "Supremacy Kristus" dalam beberapa versi Alkitab. Dalam bagian ini, Paulus menjelaskan bahwa Yesus adalah di atas segala sesuatu. Kristus disebut “Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan.”Kolose 1:15. Kata ‘yang sulung’ mungkin tampak membingungkan. Tetapi kata ini tidak berarti bahwa Kristus diciptakan (seperti dalam doktrin Saksi Yehuwa). Sebaliknya, kata ‘yang sulung’ merujuk pada posisi kekuasaan.Sebagai anak ‘yang sulung’ berarti memegang posisi terhormat. Paulus segera melanjutkan dengan menjelaskan peran Yesus dalam penciptaan: "karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia." Kolose 1:16. Ini berarti bahwa Yesus tidak diciptakan tetapi adalah Sang Pencipta sendiri. Dia adalah Allah.

Paulus melanjutkan dengan mengatakan, "Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu." Kolose 1:17-18. Paulus menyoroti banyak hal di mana Kristus berkuasa atas ciptaan, atas Gereja, atas kematian, dan tentunya "dalam segala hal." Kristus ada sebelum segala sesuatu dan meliputi segala sesuatu ( "
segala sesuatu ada di dalam Dia"). Oleh karena itu, Kristus adalah yang tertinggi / terutama / terbesar/ terpenting / terunggul (supreme).

Doktrin ini sangat penting bagi kita dan dalam bagaimana kita menyembah Kristus. Supremasi Kristus menegaskan bahwa Yesus adalah sepenuhnya Allah. Dia bukan cuma seorang manusia biasa yang lebih agung daripada manusia-manusia biasa lainnya, melainkan benar-benar lebih tinggi di atas semua ciptaan, Yesus adalah Allah. Kebenaran ini sangat penting bagi keselamatan kita. Tuhan tidak terbatas dan, karena itu, dosa kita terhadap-Nya adalah pelanggaran yang tidak terbatas. Dalam rangka untuk menebus pelanggaran ini, korban tebusan juga harus tidak terbatas. Yesus, sebagai Allah, adalah tidak terbatas dan dengan demikian merupakan korban tebusan yang sesuai.

Bahwa Yesus adalah yang tertinggi mengecualikan kita untuk berkata bahwa Dia cuma salah satu jalan dari banyak jalan kepada Allah. Yesus bukan hanya seorang guru pengajar moral yang baik, salah satu dari banyak jalan yang mungkin kita pilih untuk kita ikuti; Dia adalah Allah, dan Dia lebih tinggi di atas segala sesuatu, Dia adalah satu-satunya jalan! Supremasi Yesus menjadikan jelas bahwa kita tidak dapat menebus dosa-dosa kita sendiri! Faktanya adalah, "Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa." Ibrani 10:4. Yesus telah memenuhi dan menggantikan cara lama itu. Keselamatan tidak didasarkan pada usaha-usaha kita sendiri, melainkan karena anugerah Allah yang hanya dapat kita peroleh melalui iman percaya kepada Yesus Kristus! 

Efesus 2: 1-10  :
1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. 2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. 3 Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain. 
4 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, 5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita--oleh kasih karunia kamu diselamatkan-- 6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, 7 supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. 
8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. 10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Dan, sekali kita telah diselamatkan, supremasi Yesus menunjukkan kepada kita bahwa kita tidak bisa berharap untuk menjadi seperti Dia dengan kekuatan kita sendiri. Yesus adalah sepenuhnya yang tertinggi di atas segala sesuatu. (Orang percaya / orang Kristen dipanggil untuk menjadi seperti Yesus, tapi ini adalah melalui pekerjaan Roh Kudus.)

Supremasi Yesus mengajar kita bahwa Dia bukan hanya makhluk spiritual di atas
segala sesuatu. Paulus mengatakan bahwa “karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia." Kolose 1:16. Ibrani 1:4 menyebutYesus lebih tinggi dari para malaikat. Kebenaran ini jelas menentangpenyembahan terhadap malaikat. Yesus yang menciptakan malaikat dan lebih tinggi di atas semua malaikat itu. Ibrani pasal 1 ayat 4 ini secara jelas mengatakanYesus lebih tinggi dari para malaikat. Oleh karena itu, kita hanya boleh beribadah kepada Yesus. Demikian pula, bahwa Yesus menciptakan segala hal di bumi berarti bahwa mahluk / ciptaan tidak layak untuk kita sembah. Yesus adalah yang tertinggi / supreme di atas alam jasmani dan alam rohani,  ini menunjukkan pentingnya kedua alam tersebut tetapi juga menunjukkan kedaulatan Yesus atas kedua alam tersebut.

Ketika kita memahami supremasi Kristus, kita memiliki pandangan yang lebih akurat
tentang Dia. Kita dapat  lebih memahami kedalaman kasih-Nya; kita lebih mampu menerima dan menanggapi kasih-Nya. Para ahli teologia percaya bahwa kitab Kolose ditulis, sebagian, untuk memerangi meningkatnya kesesatan di Kolose. Sehingga cocok bagi Paulus untuk menegaskan tentang supremasi Yesus Kristus untuk mematahkan ajaran-ajaran yang menyesatkan itu. Paulus menegaskan supremasi Kristus, kekuasaan-Nya, dan kecukupan-Nya bagi kita. Kitab Ibrani menjelaskan hubungan antara perjanjian dalam Perjanjian Lama dan perjanjian dalam Perjanjian Baru di dalam Yesus Kristus. Kitab Ibrani mengungkapkan perjanjian lama sebagai bayangan dari Yesus Kristus sebagai penggenapan yang sempurna. Supremasi Kristus adalah pusat dari pandangan yang akurat tentang Pribadi Yesus, karya-karya penebusan-Nya, status kita sebagai orang-orang percaya, dan Kerajaan-Nya.






Sumber : GotQuestions.org






,

Keilahian Yesus


Apakah keilahian Yesus Alkitabiah ?

Selain pengakuan khusus Yesus sendiri tentang diri-Nya, murid-murid-Nya juga mengakui keilahian Kristus. Mereka mengakui bahwa Yesus memiliki hak untuk mengampuni dosa - sesuatu yang dapat dilakukan hanya oleh Allah - karena dosa adalah pelanggaran terhadap ketetapan Allah (Kisah Para Rasul 5:31; Kolose 3:13; Mazmur 130: 4; Yeremia 31:34). Dalam hubungan dekat dengan klaim yang terakhir ini, Yesus juga disebut sebagai “yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati" (2Timotius 4:1). Tomas berseru kepada Yesus, "Ya Tuhanku dan Allahku!" (Yohanes 20:28). Paulus menyebut Yesus "Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita" (Titus 2:13) dan menunjukkan bahwa sebelum inkarnasi-Nya Yesus telah ada dalam "rupa Allah" (Filipi 2: 5-8). Allah Bapa mengatakan tentang Yesus: ""Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya" (Ibrani 1: 8). Yohanes menyatakan bahwa "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu [Yesus] adalah Allah." (Yohanes 1:1). Ada banyak contoh-contoh dalam Kitab Suci yang mengajarkan tentang keilahian Kristus (lihat Wahyu 1:17, 2:8, 22:13; 1 Korintus 10: 4; 1Petrus 2: 6-8; Mazmur 18:2, 95: 1; 1 Petrus 5: 4; Ibrani 13:20), tetapi bahkan salah satu saja dari ayat-ayat ini sudah cukup untuk menunjukkan bahwa Yesus adalah Allah

Image credit: artwork by Brent Borup for Framed Legacy.

Yesus juga diberikan gelar yang unik untuk YHWH (nama resmi dari Allah)dalam Perjanjian Lama. Gelar “penebus” dalam Perjanjian Lama (Mazmur 130:7; Hosea 13:14) digunakan untuk Yesus dalam Perjanjian Baru (Titus 2:13; Wahyu 5:9). Yesus disebut Immanuel- "Allah beserta kita"-dalam Matius 1


Dalam Zakharia 12:10, adalah YHWH yang berfirman, "mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam."
Catatan: ‘kepada dia’ ini salah terjemahan, seharusnya memandang ‘Aku’ [Me
Tetapi Perjanjian Baru menerapkan ini pada penyaliban Yesus (Yohanes 19:37; Wahyu 1:7). Jika itu adalah YHWH yang ditikam dan dipandang, dan Yesus yang ditikam dan dipandang, maka Yesus adalah YHWH. Paulus menafsirkan Yesaya 45:22-23 berlaku untuk Yesus dalam Filipi 2: 10-11. Selanjutnya, nama Yesus digunakan bersama Allah dalam doa "Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus" (Galatia 1:3; Efesus 1:2). Ini akan merupakan penghujatan apabila Kristus bukan Allah. Nama Yesus muncul dengan Allah ketika Yesus memerintahkan untuk membaptis "dalam nama (tunggal) Bapa dan Anak dan Roh Kudus" (Matius 28:19; lihat juga 2Korintus 13:14).

Tindakan-tindakan yang dapat dilakukan hanya oleh Allah telah dilakukan Yesus. Yesus tidak hanya membangkitkan orang mati (Yohanes 5:21, 11: 38-44) danmengampuni dosa-dosa (Kisah Para Rasul 5:31, 13:38), Dia menciptakan dan memelihara alam semesta (Yohanes 1:2; Kolose 1:16-17 ). Hal ini menjadi lebih jelas jika kita mengingat YHWH telah berfirman bahwa Dia sendirian ketika melakukan penciptaan (Yesaya 44:24Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, yang membentuk engkau sejak dari kandungan; "Akulah TUHAN, yang menjadikan segala sesuatu, yang seorang diri membentangkan langit, yang menghamparkan bumi--siapakah yang mendampingi Aku? --). Terlebih lagi, Kristus memiliki atribut-atribut yang dapat dimiliki hanya oleh Allah, yaitu: kekal(Yohanes 8:58), mahahadir (Matius 18:20, 28:20), mahatahu (Matius 16:21), dan mahakuasa (Yohanes 11: 38-44).

Setelah melihat semua penjelasan di atas, sekarang tinggal satu hal, yaitu bahwa Yesus adalah benar-benar Allah atau Dia hanya seorang penipu; hal lainnya adalah membuktikan kebenaran hal ini. 

Kristus telah menawarkan banyak mukjizat sebagai bukti atas pengakuan keilahian-Nya. Beberapa mukjizat yang dilakukan Yesus yaitu mengubah air menjadi anggur (Yohanes 2:7), berjalan di atas air (Matius 14:25), melipat-lipat gandakan benda-benda materi (Yohanes 6:11), mencelikkan orang buta (Yohanes 9:7), menyembuhkan orang lumpuh (Markus 2:3), dan menyembuhkan orang sakit (Matius 9:35; Markus 1:40-42), dan bahkan membangkitkan orang dari kematian(Yohanes 11:43-44; Lukas 7:11-15; Markus 5:35). Selain itu, Kristus sendiri telah bangkit dari kematian. Berbeda Jauh dengan apa yang disebut kematian dan kebangkitan dewa-dewa berhala dalam kepercayaan mitos, tidak ada kebangkitan sejati (yang benar-benar terjadi) seperti halnya kebangkitan Yesus yang secara serius diakui oleh agama-agama lain, dan tidak ada klaim kebangkitan lain yang dikonfirmasi Kitab Suci sebanyak kebangkitan Yesus Kristus.

Setidaknya ada dua belas fakta sejarah tentang Yesus yang akan diakui bahkan oleh para ahli non-Kristen yang paling kritis sekalipun:
  1. Yesus mati disalib.
  2. Dia dimakamkan.
  3. Kematian-Nya menyebabkan para murid putus asa dan kehilangan harapan.
  4. Kubur Yesus ditemukan (atau diklaim telah ditemukan) kosong beberapa hari kemudian.
  5. Para murid percaya bahwa mereka melihat Yesus yang telah bangkit.
  6. Setelah itu, murid-murid itu berubah dari orang-orang yang penuh keragu-raguan menjadi orang-orang percaya yang berani.
  7. Pesan tentang Yesus yang telah mati dan bangkit kembali ini merupakan pusat pemberitaan Injil pada masa Gereja mula-mula.
  8. Pesan ini diberitakan di Yerusalem.
  9. Sebagai hasil dari khotbah ini, Gereja lahir dan tumbuh.
  10. Hari kebangkitan, yaitu hari Minggu, menggantikan hari Sabat (Sabtu) sebagai hari utama ibadah.
  11. Yakobus, seorang yang tidak percaya, menjadi bertobat ketika ia juga percaya bahwa ia telah melihat Yesus yang telah bangkit.
  12. Paulus, musuh Kekristen mula-mula, telah diubahkan oleh pengalaman yang ia percaya sebagai penampakan Yesus yang telah bangkit.

Bahkan jika ada orang yang keberatan dengan daftar khusus ini, hanya sedikit yang dibutuhkan untuk membuktikan kebangkitan dan menegakkan Injil: kematian Yesus, penguburan, kebangkitan, dan Yesus yang menampakkan diriNya setelah bangkit (1Korintus 15:1-5). Meskipun mungkin ada beberapa teori untuk menjelaskan satu atau dua fakta di atas, hanya kebangkitanlah yang menjelaskan dan mendukung semua fakta-fakta di atas. Banyak kritikus mengakui bahwa para murid telah melihat Yesus yang telah bangkit. Tetapi kalau kebangkitan Yesus ini hanya kebohongan atau halusinasi maka tidak mungkin dapat mengubah orang-orang seperti halnya perubahan yang terjadi akibat kebangkitan Yesus. Pertama-tama, keuntungan apa yang akan mereka dapatkan? Kekristenan tidaklah populer dan kejadian itu pasti juga tidak menghasilkan uang bagi mereka. Kedua, penipu tidak mungkin menghasilkan martir-martir atas kebenaran. Tidak ada penjelasan lebih baik selain  kebangkitan Yesus untuk menjelaskan kesediaan para murid untuk menjalani kematian yang mengerikan karena iman mereka pada Yesus Kristus. Ya, ada banyak orang mati untuk kebohongan yang mereka anggap sebagai kebenaran, tetapi orang tidak mungkin mau mati untuk apa yang mereka ketahui sebagai ketidakbenaran.

Kesimpulannya, Kristus mengklaim bahwa Dia adalah YHWH, bahwa Dia adalah Allah (bukan hanya “salah satu allah" tetapi satu-satunya Allah yang benar); para pengikut-Nya (orang-orang Yahudi yang takut pada penyembahan berhala) percaya kepada-Nya dan menyebut-Nya sebagai Allah. Kristus telah membuktikan pengakuan atas keilahian-Nya melalui banyak mukjizat, termasuk kebangkitan-Nya yang telah mengubah dunia. Tidak ada hipotesis lain yang dapat menjelaskan fakta-fakta ini. Ya, keilahian Kristus adalah Alkitabiah.


Sumber : GotQuestions.org