,

Pengadilan atas Yesus Sebelum Disalibkan


Pada malam ketika Yesus ditangkap, Dia dibawa ke hadapan Hanas, Kayafas, dan perkumpulan pemimpin-pemimpin agama yang disebut Sanhedrin (Yohanes 18:19-24; Matius 26:57). Setelah itu Dia dibawa ke hadapan Pilatus, Gubernur Romawi (Yohanes 18:23), lalu dikirim ke Herodes (Lukas 23:7), dan dikembalikan ke hadapan Pilatus (Lukas 23:11-12), yang akhirnya menjatuhkan hukuman mati kepada Yesus.

Image courtesy : 'The Passion of The Christ', the movie

Yohanes 18:19-24 “24 Maka mulailah Imam Besar menanyai Yesus tentang murid-murid-Nya dan tentang ajaran-Nya. 20 Jawab Yesus kepadanya: "Aku berbicara terus terang kepada dunia: Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Allah, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi. 21 Mengapakah engkau menanyai Aku? Tanyailah mereka, yang telah mendengar apa yang Kukatakan kepada mereka; sungguh, mereka tahu apa yang telah Kukatakan." 22 Ketika Ia mengatakan hal itu, seorang penjaga yang berdiri di situ, menampar muka-Nya sambil berkata: "Begitukah jawab-Mu kepada Imam Besar?" 23 Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?" 24 Maka Hanas mengirim Dia terbelenggu kepada Kayafas, Imam Besar itu.”
Matius 26:57 Sesudah mereka menangkap Yesus, mereka membawa-Nya menghadap Kayafas, Imam Besar. Di situ telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan tua-tua.
Lukas 23:7 Dan ketika ia tahu, bahwa Yesus seorang dari wilayah Herodes, ia mengirim Dia menghadap Herodes, yang pada waktu itu ada juga di Yerusalem.
Lukas 23:11-12  11Maka mulailah Herodes dan pasukannya menista dan mengolok-olokkan Dia, ia mengenakan jubah kebesaran kepada-Nya lalu mengirim Dia kembali kepada Pilatus. 12 Dan pada hari itu juga bersahabatlah Herodes dan Pilatus; sebelum itu mereka bermusuhan.


Ada enam bagian pada pengadilanatas Yesus: tiga tahap diadili dalam pengadilan agama dan tiga tahap diadili dalam pengadilan Romawi


Pengadilan Agama

Yesus diadili di hadapan (1) Hanas, mantan imam besar; (2) Kayafas, Imam Besar saat itu; dan (3) kelompok Sanhedrin. Yesus didakwa dalam pengadilan "gerejawi"  dengan dakwaan penghujatan, karena mengakui Diri-Nya sebagai Anak Allah, Mesias.

Pengadilan di hadapan penguasa-penguasa Yahudi, pengadilan agama, menunjukkan sejauh mana para pemimpin Yahudi membenci Yesus karena mereka secara ceroboh telah mengabaikan banyak hukum-hukum agama mereka sendiri. 
Ada beberapa tindakan ilegal yang terlibat dalam pengadilan/sidang ini jika dinilai dari sudut pandang hukum Yahudi : (1) Sidang tidak boleh diadakan pada waktu perayaan. (2) Setiap anggota pengadilan harus memilih secara individu baik untuk menghukum atau membebaskan, tetapi penjatuhan hukuman atas Yesus dipilih beramai-ramai. (3) Jika hukuman mati dijatuhkan, maka harus satu malam berlalu sebelum hukuman itu dilaksanakan; namun, hanya beberapa jam berlalu dan Yesus sudah dipakukan di kayu Salib. (4) Orang-orang Yahudi tidak memiliki kewenangan untuk mengeksekusi siapa pun. (5) Sidang tidak boleh  diadakan pada malam hari, tapi sidang atas Yesus ini dilakukan sebelum fajar menyingsing / masih malam. (6) Terdakwa seharusnya diberikan pembela, tetapi tidak ada yang membela Yesus. (7) Terdakwa tidak boleh ditanya dengan pertanyaan yang memberatkan, tetapi Yesus ditanya dengan pertanyaan ‘apakah Ia adalah Mesias’ yang jawaban-Nya akan memberatkan dakwaan penghujatan yang dituduhkan pada Yesus.


Pengadilan Romawi

Yesus atau Barabas? (image courtesy: The Passion of the Christ, the movie)

Sidang-sidang dihadapan para penguasa Romawi 
  • dimulai dari  (1) Pilatus (Yohanes 18:23) setelah Yesus dipukuli. Tuduhan terhadap-Nya sangat berbeda dengan yang dituduhkan dalam sidang-sidang agamawi. Di hadapan Pilatus Yesus dituduh telah menghasut orang-orang untuk mebuat kerusuhan, telah melarang orang-orang untuk membayar pajak, dan mengaku sebagai Raja. Pilatus tidak menemukan alasan untuk membunuh Yesus sehingga ia mengirim Yesus untuk menghadap Herodes (Lukas 23:7). 
  • (2) Herodes menista dan mengolok-olokkan Yesus, tetapi menghindari tanggung jawabnya secara politik, 
  • maka Herodes mengirim Yesus kembali kepada (3) Pilatus (Lukas 23:11-12). Ini adalah sidang terakhir dimana Pilatus berusaha untuk menenangkan amarah orang-orang Yahudi dengan membiarkan Yesus dicambuki. Cambuk Romawi adalah pencambukan mengerikan dengan 39 cambukan. Dalam upaya terakhirnya untuk melepas Yesus, Pilatus menawarkan seorang tahanan bernama Barabas untuk disalibkan dan Yesus untuk dibebaskan, tetapi tidak berhasil. Orang banyak menyerukan agar Barabas dibebaskan dan agar Yesus disalibkan. Pilatus mengabulkan tuntutan mereka dan menyerahkan Yesus untuk diperlakukan sekehendak mereka (Lukas 23:25). 

Lukas 23:23-25 23Tetapi dengan berteriak mereka mendesak dan menuntut, supaya Ia disalibkan, dan akhirnya mereka menang dengan teriak mereka. 24 Lalu Pilatus memutuskan, supaya tuntutan mereka dikabulkan. 25 Dan ia melepaskan orang yang dimasukkan ke dalam penjara karena pemberontakan dan pembunuhan itu sesuai dengan tuntutan mereka, tetapi Yesus diserahkannya kepada mereka untuk diperlakukan semau-maunya.


Pengadilan-pengadilan atas Yesus mewakili penghinaan paling utama terhadap keadilan. Yesus, orang yang paling tidak bersalah dalam sejarah dunia, Dia yang tidak berdosa, dibuat berdosa karena kejahatan kita dan dihukum mati dengan cara disalibkan. (Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah. 2Korintus 5:21)


Sumber : GotQuestions.org


,

Keringat Darah

"Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah." (Lukas 22:44).


Pada malam sebelum Yesus Kristus disalibkan, Dia berdoa di taman Getsemani. Hal ini dicatat dalam Injil Lukas di mana kita melihat bahwa keringat-Nya seperti tetesan darah: "Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah." (Lukas 22:44). Hematidrosis adalah, kondisi medis yang langka, tapi sangat nyata di mana keringat seseorang akan mengandung darah. Kelenjar keringat dikelilingi oleh pembuluh-pembuluh darah kecil. Pembuluh-pembuluh darah kecil ini dapat mengerut dan kemudian melebar hingga bisa pecah di mana darah kemudian akan berdifusi ke kelenjar keringat. Penyebabnya adalah penderitaan yang hebat. Dalam bagian-bagian lain Injil, kita melihat tingkat penderitaan yang dialami Yesus: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya." (Matius 26:38; lihat juga dalam Markus 14:34).

 

Penderitaan hebat dan kesedihan luar biasa yang Yesus rasakan tentulah mudah dimengerti. Sebagai Allah, Kristus "tahu semua yang akan menimpa diri-Nya” (Yohanes 18:4). Dia mengetahui secara rinci detil menyakitkan yang harus  Dia jalani segera setelah dikhianati oleh salah satu murid-Nya sendiri. Yesus tahu bahwa Dia akan diadili di mana semua saksi yang melawan Dia akan berdusta. Dia tahu bahwa banyak orang yang telah memuji-Nya sebagai Mesias hanya beberapa hari sebelumnya akan berteriak menuntut penyaliban-Nya (Lukas 23:23). Dia tahu dia akan dicambuki hingga hampir mati sebelum mereka memakukan paku logam ke dalam daging-Nya. Dia mengetahui kata-kata nubuat Yesaya yang telah dinyatakan tujuh abad sebelumnya bahwa Dia akan dipukuli begitu parah sehingga ia akan "banyak orang akan tertegun melihat dia--begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi" dan "tampaknya bukan seperti anak manusia lagi" (Yesaya 52:14). Sebagai Allah yang maha mengetahui, hal-hal yang diketahuinya ini menjadi faktor penderitaan dan kesedihan hebat yang Dia alami, sehingga menyebabkan Dia berkeringat darah.




Selain itu, ada beberapa hal penting yang juga perlu kita ketahui :



  1. Penyaliban adalah metode eksekusi paling menyakitkan dan paling menyiksa yang pernah disusun dan digunakan pada orang-orang yang paling dibenci dan jahat. Bahkan, begitu mengerikannya rasa sakit yang diakibatkan hukuman ini sehingga dinyatakan sebagai – ‘rasa ketersiksaan yang menyengat dan tak tertahankan’ [=excruciating] , yang secara harfiah berarti "dari salib."  
  2. Sejak penangkapan-Nya di taman Getsemani hingga saat Tuhan kita menyatakan kata,"Sudah selesai" (Yohanes 19:30).  Alkitab mencatat pernyataan yang diucapkan Yesus dengan "berseru dengan suara nyaring" (Matius 27:46), sebagai Juruselamat yang tanpa dosa, Yesus menanggung beban seluruh dosa dunia di bahu-Nya, hingga Bapa ‘berpaling’ dari-Nya (‘meninggalkan’ Dia), karena dosa manusia yang sedang ditanggungkan di atas bahu-Nya sangatlah najis bagi Allah "Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan dan Engkau tidak dapat memandang kelaliman." (Habakkuk 1:13), menyebabkan Sang Juruselamat berteriak dalam penderitaan-Nya "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" (Mazmur 22:1; Matius 27:46). Penderitaan rohani karena perasaan ditinggalkan oleh Allah, tidak diragukan lagi, jauh melebihi rasa sakit fisik akibat siksaan yang Tuhan Yesus alami bagi kita.
  3. Pada awal penciptaan, sejarah manusia dimulai di sebuah taman (Kejadian 2: 8), dan ketika Adam pertama jatuh dalam dosa karena memberontak terhadap Allah di taman ini, kematian memasuki dunia (Kejadian 3:6). Ribuan tahun kemudian, Yesus Kristus, Adam terakhir, masuk ke taman lain untuk menerima cawan murka itu dari tangan Bapa-Nya (Matius 26:42; Markus 14:36; Lukas 22:42), dan kematian akan segera ditelan dalam kemenangan-Nya. ("Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.” 1 Korintus 15:45).
  4. Meskipun rencana Allah dirancang sebelum penciptaan dunia (Efesus 1:4-5 4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. 5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya), kita tidak boleh lupa bahwa pelaksanaannya dibayar dengan harga yang mahal. Pada akhirnya, kita adalah orang-orang yang bertanggung jawab atas darah yang menetes dari Juruselamat kita ketika Dia berdoa di taman itu (dan tentunya juga atas darah Yesus yang tercurah di kayu salib). Kitalah yang menyebabkan hati Yesus sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tetes-tetes keringat darah Yesus adalah harga mahal untuk menebus dosa kita yang tidak boleh kita lupakan.




1Petrus 1:18-19, 18Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, 19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

1Korintus 6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!
1Korintus 7:23Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu janganlah kamu menjadi hamba manusia. 




Ini adalah hal penting yang perlu kita camkan, jika Yesus mengalami kesedihan dan penderitaan sedemikian hebat ketika mengetahui apa yang harus Dia alami untuk menebus dosa kita, maka ini menyiratkan betapa mengerikannya murka Allah atas dosa. Jika kita harus menanggung hukuman dosa kita sendiri, maka harga yang mahal itu tidak akan pernah dapat kita bayar sehingga konsekuensinya kita hanya layak dihukum selama-lamanya di dalam neraka, terpisah dari hadirat Allah selama-lamanya. Ingatlah betapa Yesus menjerit memilukan dalam kepedihan-Nya yang terdalam ketika Dia 'ditinggalkan Bapa'; betapa mengerikannya jika kita harus terpisah dari hadirat Allah selama-lamanya di neraka.

Karena itu, percayalah dan terimalah Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat anda sebelum terlambat. Tidak ada cara lain untuk anda bisa selamat dan masuk Surga, selain melalui Tuhan Yesus Kristus. 
"Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan" Kisah Para Rasul 4:12.


Sumber : GotQuestions.org

 

,

Jam-jam Terakhir Menjelang Kematian Yesus


Inilah jam-jam terakhir menjelang kematian Yesus :


Pada malam sebelum kematian-Nya, Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya dan berbagi makanan dalam perjamuan Paskah dengan mereka. Pada waktu itulah Yudas diungkapkan sebagai orang yang akan mengkhianati Tuannya (Yohanes 13:1-30). Pada perjamuan itu, Yesus menetapkan Perjamuan Tuhan (Matius 26:26-29; 1Korintus 11:23-26).  


Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya.


Setelah acara perjamuan, Ia membawa murid-murid-Nya ke taman Getsemani. Di sana, Dia membawa Petrus, Yohanes, dan Yakobus ikut bersamanya dan mengatakan kepada mereka untuk berdoa agar mereka tidak akan jatuh ke dalam pencobaan, lalu Dia pergi seorang diri untuk berdoa. Ketiga murid-Nya itu malah segera jatuh tertidur.



Di Taman Getsemani, seorang diri, Yesus berduka hati dan menderita, kesedihan yang mendalam karena Dia tahu kematian mengerikan yang harus Dia jalani sedang mendekat. Keringat-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah (Lukas 22:44).  Penderitaan-Nya begitu hebat sehingga Dia merasa seperti mau mati. Dia meminta Allah Bapa untuk mengambil cawan siksaan yang datang dari-Nya, tetapi hanya jika itu sesuai dengan kehendak Bapa (Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi. Lukas 22:42). Tetapi  bukanlah pencambukan atau siksaan fisik di kayu salib yang makin mendekat yang membuat Yesus begitu sedih. Hal yang membuat Dia begitu menderita dan penuh kesedihan di taman itu adalah penderitaan paling hebat pada waktu beratnya beban seluruh dosa dunia ditanggungkan ke atas bahu-Nya sehingga pada satu saat itu Dia harus mengalami ‘keterpisahan’ dari Allah (Matius 27:46).

Allah mengutus seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya. Yesus lalu bertanya kepada Petrus, Yakobus, dan Yohanes untuk berdoa agar mereka tetap setia kepada-Nya, tetapi mereka malah tertidur lagi. Dia telah berbagi hidup-Nya selama tiga tahun dan tentang kematian-Nya yang makin mendekat itu dengan murid-murid-Nya. Kemudian salah satu dari mereka, Yudas Iskariot, berjalan ke arah Yesus, menyapa Dia sebagai teman, dan menyerahkan Yesus kepada kepada imam-imam kepala dan kepala-kepala pengawal Bait Allah serta tua-tua yang datang untuk menangkap Dia.

Yesus ditangkap.


Beberapa jam berikutnya Yesus harus mengalami pemukulan, diejek, dan dicambuki dengan tali kulit berujung bola-bola logam dan serpihan-serpihan tulang. Kulit Yesus hancur seperti dikuliti, darah menetes dari kepala akibat mahkota dari duri-duri panjang dan tajam yang ditancapkan di kepala-Nya. Dia juga menderita dan dipermalukan dalam berbagai sidang ilegal yang penuh penghinaan di hadapan Hanas (Yohanes 18:13), Kayafas, dan Sanhedrin (Matius 26:57-68); dan sidang Romawi di hadapan Pontius Pilatus, kemudian di hadapan Herodes, lalu dikembalikan lagi di hadapan Pilatus. Pilatus, yang tahu Yesus tidak bersalah, akhirnya tunduk pada tuntutan orang banyak yang berteriak, "Salibkanlah Dia! Salibkanlah Dia!" dan menyetujui untuk Yesus disalibkan (Lukas 23: 1-25).


Setelah dipakukan di kayu salib, Yesus mempunyai pilihan untuk  menopangkan berat badan-Nya pada paku yang menancap di kedua tangan-Nya atau mendorong badan-Nya sedikit dengan bertopang pada paku yang menancap di kaki-Nya agar bisa bernapas (biasanya orang-orang yang disalibkan mengalami kesulitan bernafas akibat kesakitan yang sangat), tetapi tentu sedikit gerakan saja akan sangat menyakitkan.  Orang-orang yang seminggu sebelumnya  menyambut dan memuji Dia, sekarang mengejek Dia (Matius 21:8-9). Yesus menyaksikan tentara Romawi membuang undi untuk membagi jubah-Nya (Mazmur 22:19, Yohanes 19:24). Dan Yesus mengerti kesedihan mendalam yang dialami Maria ibunya ketika Maria menatap Dia, yang oleh malaikat telah dijanjikan akan menyelamatkan dunia. (Yohanes 19:26-27). Ketika para tentara datang untuk mematahkan kaki-Nya (metode khusus untuk mempercepat kematian orang-orang yang disalibkan), Yesus  telah mati, karena Dia telah menyerahkan nyawa-Nya (Yohanes 19:30), sehingga tulang-Nya tidak satupun yang dipatahkan (Ia melindungi segala tulangnya, tidak satupun yang patah. Mazmur 34:21,  Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: "Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan." Yohanes 19:36).



Sumber : GotQuestions.org

 

,

Keunikan Yesus Kristus


Inilah daftar keunikan Tuhan Yesus Kristus dan ayat-ayatnya:


  1. Yesus adalah satu-satunya, Anak Allah yang unik (Mazmur 2:7, 11-12; Yohanes 1:14; Lukas 1:35).
  2. Dia kekal adanya. Dia telah ada dari sejak kekekalan, Dia ada sekarang, dan Dia akan tetap ada untuk selama-lamanya di masa depan (Yohanes 1: 1-3,14; Yohanes 8:58).
  3. Yesus sendiri adalah Allah yang menanggung dosa kita sehingga kita bisa memiliki pengampunan dan diselamatkan (Yesaya 53; Matius 1:21; Yohanes 1:29; 1 Petrus 2:24; 1Korintus 15:1-3) .
  4. Yesus adalah satu-satunya Jalan kepada Bapa (Yohanes 14: 6; Kisah Para Rasul 4:12; 1 Timotius 2:5); tidak ada jalan lain untuk keselamatan. Dia adalah satu-satunya Orang Benar (suci tanpa dosa) yang telah menukarkan kebenaran yang sempurna untuk tebusan dosa kita (2Korintus 5:21).
  5. Yesus sendiri memiliki kuasa atas kematian-Nya sendiri dan Dia mampu mengambil kembali hidup-Nya (Yohanes 2:19; 10:17-18). Catatan: Kebangkitan-Nya bukan kebangkitan “roh”, tetapi kebangkitan jasmani (Lukas 24:39), kebangkitan-Nya dari antara orang mati, dan tidak akan mati lagi, membedakan Dia sebagai Anak Allah yang unik(Roma 1: 4).
  6. Yesus menerima ketika diriNya disembah, sama sebagai halnya Bapa disembah (Yohanes 20:28-29; Filipi 2:6), dan memang Allah Bapa menyatakan bahwa Anak adalah untuk dihormati sebagaimana Dia (Bapa) dihormati (Yohanes 5:23). Semua makhluk lain, baik itu murid-murid Yesus atau makhluk malaikat, menolak untuk disembah (Kisah Para Rasul 10:25-26; Kisah Para Rasul 14:14-15; Matius 4:10; Wahyu 19:10; 22:9).
  7. Yesus memiliki kuasa untuk memberikan hidup kepada siapa yang Dia kehendaki (Yohanes 5:21).
  8. Bapa telah menyerahkan penghakiman kepada Yesus (Yohanes  5:22).
  9. Yesus telah ada dengan Bapa sejak dari kekekalan dan Dia terlibat langsung dalam penciptaan, dan segala sesuatu diciptakan oleh Dia (Yohanes 1:1-3; Efesus 3:9; Ibrani 1:8-10; Kolose 1:17 ).
  10. Yesus-lah yang akan memerintah dunia pada akhir zaman (Ibrani 1:8; Yesaya 9:6-7; Daniel 2:35,44; Wahyu 19:11-16).
  11. Yesus sendiri lahir dari seorang perawan, dikandung oleh Roh Kudus. Sifat dosa diturunkan secara genetik dari laki-laki. Dia tidak memiliki ayah manusia dan karena itu lahir tanpa dosa warisan (Yesaya 7:14; Matius 1: 20-23; Lukas 1: 30-35).
  12. Yesus-lah yang menunjukkan bahwa Ia memiliki sifat-sifat Allah [misalnya, kekuatan untuk mengampuni dosa dan menyembuhkan orang sakit (Matius 9: 1-7); menenangkan angin dan ombak (Mark 4: 37-41; Mazmur 89: 8-9); secara sempurna mengenal kita(Mazmur  139; Yohanes 1:46-50; 2:23-25), membangkitkan orang mati (Yohanes 11; Lukas 7:12-15; 8:41-55), dan lain-lain.]
  13. Ada sejumlah besar nubuat tentang Mesias,  mengenai kelahiran, kehidupan, kebangkitan, pribadi, dan tujuan. Semua nubuat telah dipenuhi oleh Yesus dan tidak oleh orang yang lain manapun (Yesaya 7:14; Mikha 5:2; Mazmur 22; Zakharia 11:12-13; 13:7; Yesaya 9: 6-7; Yesaya 53; Mazmur 16:10).

Evaluasi 

Pada awal tahun 2016, Pesan Injil mengajak anda untuk menjadikan berdoa suatu kebiasaan hidup. Melalui posting-posting tentang kehidupan Daniel dengan tujuan agar kita sebagai orang percaya dapat meneladani ketekunan Daniel dalam berdoa.

Memasuki bulan Maret, bulan ketiga dalam tahun 2016 ini, mari kita melakukan suatu evaluasi pada diri masing-masing. Sudahkah anda berdoa dengan tekun setiap hari? 


Tantangan di bulan Maret / March Challenge

Bagaimana dengan kesetiaan anda dalam membaca Alkitab? Kali ini, Pesan Injil mengajak anda untuk membuka dan membaca Alkitab anda dengan mengikuti ayat-ayat sebagaimana tercantum dalam daftar keunikan Tuhan Yesus dibawah ini sebagai panduan. 

Saran tahap-tahap dalam melakukan tantangan ini:
  1. Selama tiga puluh satu (31) hari di bulan Maret, bacalah setiap hari satu keunikan Yesus, kemudian buka Alkitab anda untuk membaca ayat-ayat pendukungnya. Maka pada pertengahan bulan Maret anda akan selesai membaca seluruh poin dalam daftar. Ulangi membaca kembali setiap poin mulai dari nomer satu, demikian seterusnya hingga akhir bulan Maret.
  2. Berdoalah sebelum anda membaca Alkitab, untuk meminta hikmat dan pimpinan Roh Kudus, agar Allah sendiri berbicara kepada anda melalui FirmanNya, serta memberikan kepada anda pengertian ketika anda membaca ayat-ayat tersebut.  
  3. Berdoalah setelah anda membaca Alkitab untuk memuji Allah, berterimakasih dan bersyukur kepadaNya yang telah dengan rela memberikan kita anugerah keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Bagi anda yang telah setia berdoa dan membaca Alkitab, teruskanlah dan tetaplah giat dalam kasih setia anda pada Tuhan.
Bagi anda yang belum, semoga dengan mulai membaca Alkitab dengan mengikuti ayat-ayat dalam posting ini dapat menjadikan anda bersemangat untuk memulai berdoa dan membaca Firman-Nya setiap hari.
 
Kiranya Tuhan memberikan kekuatan kepada setiap kita yang mau taat dan dengan sungguh-sungguh mencari kebenaranNya.  



Tuhan memberkati!


Sumber : GotQuestions.org